Saya terlambat haid, What should i do?

Jika anda terlambat haid, segera lakukan tes kehamilan untuk meyakinkan apakah anda hamil atau tidak, sehingga anda dapat memutuskan apa yang akan anda lakukan selanjutnya. Semakin cepat anda melakukan tes kehamilan, semakin cepat pula anda mengetahui hasilnya sehingga anda tidak perlu merasa khawatir.

Kapan melakukan tes kehamilan ?

Dokter merekomendasikan untuk melakukan tes kehamilan satu hari setelah periode haid terlambat. Jika anda tidak ingat kapan periode haid anda, anda perlu menunggu 3 minggu setelah berhubungan seks ( tanpa perlindungan ) untuk melakukan tes kehamilan.
Jika anda memutuskan untuk melakukan tes kehamilan, pastikan bahwa anda siap menerima hasilnya. Lebih baik lagi bila ada seseorang di samping anda yang dapat memberikan dukungan emosional pada saat anda melakukan tes kehamilan.

Tes Kehamilan di Rumah

Berbagai alat tes kehamilan tersedia dan dapat dibeli di berbagai apotik dan swalayan di dekat anda. Tidak perlu menggunakan tes kehamilan yang mahal, beberapa alat tes kehamilan yang murah dapat memberikan hasil yang memuaskan selama anda memastikan cara penggunaannya tepat.

Bagaimana Caranya melakukan Tes Kehamilan di Rumah?

Tes ini biasanya dilakukan di pagi hari pada kencing pertama. Beberapa tes dapat dilakukan kapan saja, namun biasanya alat tes kehamilan ini harganya cukup mahal.

Yang perlu anda lakukan adalah kencing pada batang alat tes, atau mencelupkan batang alat tes kedalam sample urin anda. Hasilnya akan memakan waktu beberapa menit.

Ketika melakukan tes kehamilan ini, hasilnya mungkin saja tidak akurat. Bisa terjadi hasil yang palsu, baik itu negative ataupun positif.

Hasil negative palsu biasanya disebabkan oleh :

* Tes kehamilan yang terlalu awal.

* Hasil ini yang paling banyak terjadi, karena hormone yang menunjukan bahwa anda hamil belum terdeteksi.

* Penggunaan tes yang salah. Pastikan anda membaca instruksi pada kemasan alat tes dan mengikuti instruksi tersebut.


Hasil postif palsu biasanya diakibatkan oleh :

* A 'chemical pregnancy'.Pada dasarnya ini adalah keguguran awal yang biasanya tidak disadari oleh banyak wanita. Biasanya anda akan kembali mengalami periode haid yang normal.
* Obat-obatan. Ada beberapa obat-obatan yang mengandung hormone kehamilan yang dapat memberi pengaruh hasil positif dalam tes kehamilan, misalnya jika anda dalam perawatan infertilitas. Jika anda tidak yakin, tanyakan pada dokter.
* Penggunaan tes yang salah. Pastikan anda membaca instruksi pada kemasan alat tes dan mengikuti instruksi tersebut.

Temui Dokter

Jika anda merasa tidak yakin dengan tes kehamilan yang anda lakukan di rumah, dokter dapat membantu anda mendapatkan hasil tes yang lebih akurat. Anda juga dapat meminta nasihat dokter mengenai apa yang harus anda lakukan selanjutnya.

Memang tidak mudah melakukan tes kehamilan di dokter jika anda belum menikah. Namun ini adalah resiko jika anda ingin mendapatkan hasil yang akurat. Minta rekomendasi pada teman atau konselor untuk mengetahui dokter yang bersahabat yang ada di kota anda.

Read More..

3 Solusi KTD

Menjadi Orang Tua

Merawat dan membesarkan seorang anak adalah sebuah tantangan. Butuh kompromi pada setiap tahapnya. Tak hanya menuntut persiapan financial, namun juga persiapan mental dan pengorbanan waktu dan tenaga. Tak hanya sebuah tantangan, menjadi orangtua juga dapat menjadi pengalaman luar biasa yang tak dapat ditukar dengan apapun yang berharga di dunia ini.

Jika anda memilih menjadi orangtua, mempertanyakan hal-hal berikut ini dapat memberi anda ide mengenai konsep menjadi orangtua :

· Apakah anda siap untuk seorang anak?
· Apakah anda siap untuk komitmen jangka panjang sebagai orang tua?
· Bagaimana anda akan mensupport anda dan bayi anda?
· Dimana anda akan tinggal?
· Jaringan support seperti apa yang anda miliki?
· Apa implikasinya bagi karir dan pendidikan anda?
· Bagaimana peran ayah bagi anak? Apakah anda akan menjadi single parent atau bersama pasangan anda?

Adopsi

Menyerahkan seorang bayi untuk adopsi bukan hal yang mudah, bagi si ibu ataupun ayah. Sebaiknya anda mencari lembaga adopsi yang tepat untuk memastikan bayi anda mendapat rumah dan keluarga yang tepat.

Konseling untuk memastikan bahwa anda betul-betul menginginkan situasi ini dan mendapat informasi yang benar mengenai implikasi di masa depan ketika anak telah diadopsi. Biasanya lembaga adopsi akan menjamin bahwa anak anda akan mendapatkan keluarga seperti yang anda inginkan. Namun biasanya kesejahteraan anak akan menjadi pilihan utama ketika memilih sebuah keluarga yang tepat.

Biasanya orangtua biologis baru akan memiliki hak untuk menemui anaknya setelah ia tumbuh dewasa. Namun demikian, beberapa keluarga yang mengadopsi merasa kontak dengan keluarga asli akan baik bagi pertumbuhan anak, sehingga mengijinkan orangtua biologis untuk tetap saling kontak satu sama lain.

Aborsi

Aborsi selalu menjadi isu yang personal, didasarkan pada apa yang dirasa benar bagi seseorang yang terlibat di dalamnya. Kelompok Pro-Life dan Pro-Choice tidak pernah berhenti berdebat soal aborsi. Namun terlepas dari apapun yang anda yakini, banyak perempuan yang akhirnya memilih aborsi meskipun hal itu bertentangan dengan keyakinanannya. Berbagai pertimbangan dan situasi yang berbeda bagi setiap orang lah yang akhirnya mendorong seseorang melakukan aborsi.

Jika anda memilih untuk melakukan aborsi. Pastikan bahwa anda paham dengan berbagai situasi dan resiko yang anda hadapi. Aborsi di Indonesia adalah illegal, maka tak semua klinik atau dokter mau melakukan tindakan aborsi, kecuali sebagian dokter atau bidan yang nekad melakukan tindakan melawan hukum. Ada perkecualian bagi beberapa kasus di mana kemudian aborsi di legalkan di Indonesia, di antaranya adalah ;

* Kehamilan tersebut dapat mengakibatkan resiko kesehatan hingga kematian bagi si ibu atau bayi yang di kandungnya.
* Kehamilan tersebut merupakan akibat dari tindak perkosaan yang mengakibatkan si ibu menjadi traumatic.

Namun, ada beberapa dokter yang juga tetap bersedia melakukan tindakan aborsi bagi pasangan di luar nikah dengan menyertakan surat izin dari wali yang bersangkutan. Tetap saja, di mata hukum positif yang berlaku di Indonesia hal tersebut di anggap melawan hokum. pastikan bahwa anda tidak menjadi terlibat dalam kasus yang membawa anda ke meja peradilan.
Read More..

Pre-Abortion Counseling

Oleh : Inna Hudaya

Jika anda mempertimbangkan untuk melakukan aborsi, konseling pra-aborsi akan membantu anda untuk memahami situasi dan berbagai resiko yang harus anda hadapi ketika melakukan aborsi.

Banyak yang berfikir bahwa aborsi adalah jalan keluar terbaik dari permasalahan akibat kehamilan tidak direncanakan. Banyak yang berfikir bahwa semua perempuan yang berada di situasi ini akan lega ketika aborsi sudah dilakukan. Tidak sedikit perempuan yang meyakini hal ini justru mengalami stress paska aborsi. Mengapa ini bisa terjadi?

Ketika berada di situasi ini, banyak pasangan yang kemudian panik dan terburu-buru dalam mengambil keputusan. Aborsi bukan hal yang mudah. Butuh kesiapan mental dan fisik untuk menghadapi prosedur aborsi, bahkan dimana aborsi masih illegal di Indonesia, kesiapan finansial juga diperlukan untuk mendapatkan pelayanan aborsi yang aman.

Prinsip dari konseling pra-aborsi adalah untuk mengetahui motif dalam memutuskan aborsi, dengan mengutamakan pendidikan resiko. Konselor bertugas untuk menggali motif dan emosi pasangan yang berhubungan dengan kehamilan, serta membantu pasangan untuk melihat ke depan akibat dari situasi tersebut. keputusan untuk melakukan aborsi harus dilakukan secara sadar dengan memahami berbagai konsekuensinya.

Ketidak tahuan akan resiko dan konsekuensi di kemudian hari inilah yang dapat mengakibatkan gangguan stress paska aborsi. Karena pasangan tidak dibekali pengetahuan mengenai kemungkinan-kemungkinan yang dapat terjadi, maka pasangan tak memiliki kesiapan mental untuk menghadapi berbagai resiko tersebut.

Resiko dan konsekuensi yang kita bicarakan di sini bukan hanya kesehatan si perempuan, namun juga kesehatan mental pasangan terutama si perempuan. Tidak dapat dinafikan bahwa aborsi juga ikut mempengaruhi hubungan personal dengan pasangan.

Ketika anda memutuskan untuk aborsi. Anda baru saja membuat sebuah keputusan jangka panjang dalam hidup anda. Anda baru saja menorehkan lembaran baru dalam hidup anda yang akan menjadi bagian sejarah hidup anda. Pastikan bahwa anda sadar akan hal ini dan siap maju tanpa melihat kebelakang dengan berkecil hati.

Jika anda peduli dengan diri anda dan orang yang anda kasihi, silahkan menghubungi konselor untuk mendapatkan konseling pra-aborsi.
Read More..

SEXUALITY & REPRODUCTIVE HEALTH WORKSHOP SERIES

Workshop ini merupakan rangkaian SEXUALITY & REPRODUCTIVE HEALTH SERIES yang dilakukan oleh SAMSARA bekerjasama dengan aktifis dan praktisi medis di bidang seksualitas dan kesehatan reproduksi.

Workshop ini tidak hanya untuk perempuan, lelaki juga bisa terlibat di dalamnya. Teman-teman LGBT juga sangat kami harapkan untuk dapat bergabung bersama kami.

Selain dengan bantuan fasilitator yang sudah ada, Metode workshop adalah belajar dan bekerja sama dalam sebuah group. Termasuk di dalamnya berbagi pengetahuan, pengalaman dan resources lainnya.

Tujuan dari workshop ini adalah memberikan informasi dan keterampilan dalam bidang kesehatan reproduksi, khususnya bagi perempuan agar memiliki kontrol atas tubuh mereka dan memiliki otoritas dalam memilih metode perawatan untuk dirinya sendiri. tanpa tergantung pada finansial, obat ataupun dokter.
Read More..

Post Abortion Syndrome : Mitos atau Realita?

( Menengahi perdebatan Pro-Life dan Pro-choice )

Oleh : Inna Hudaya

Dalam sebuah artikel yang dikeluarkan oleh Jurnal Guttmacher Institute pada tahun 2006, Susan A.Cohen membahas mengenai mitos Post-Abortion Syndrome pada perempuan paska aborsi. Dalam artikel nya ini Cohen menyebutkan bahwa mitos tersebut sengaja digulirkan oleh kelompok pro-life untuk menakut-nakuti para perempuan agar tidak melakukan aborsi. benarkah demikian?
Read More..

Crying is Healing ( Terapi Menangis )

Masih banyak yang berfikir bahwa menangis adalah sesuatu yang buruk. Seringkali orang memaksa dirinya untuk tidak menangis meskipun ia mengalami kesedihan dan kegelisahan. Banyak pula yang merasa bersalah dan merasa buruk setelah menangis. Artikel ini saya tulis untuk para klien yang akhir-akhir ini mungkin merasa tidak nyaman karena melalui berbagai peristiwa yang emosional. Salah seorang klien bahkan mengaku seringkali tidak dapat menahan tangisnya meskipun ada di tempat umum.

Apa yang sebenarnya terjadi?

Kita dibesarkan dengan budaya yang mengharuskan kita menjadi orang yang kuat, tegar dan sukses. Menangis dianggap sebagai sesuatu yang kontras dengan hal tersebut, sehingga banyak orang yang merasa dirinya lemah jika ia menangis.

Kita percaya bahwa dengan tidak menangis kita telah berusaha tegar dan menjadi orang yang kuat. Benarkah demikian?

Berulang kali saya menulis di dalam buku saya dan beberapa artikel mengenai hal ini. Seringkali orang menganggap bahwa saya adalah orang yang kuat, terutama setelah melalui trauma paska aborsi yang melelahkan. Mereka yang masih dalam proses tersebut seringkali melihat saya terlalu tinggi. Seringkali mereka lupa bahwa apa yang saya dapatkan sekarang melalui proses yang panjang dan berliku. Proses yang membutuhkan banyak energi dan air mata. Ada banyak hal yang tidak terungkap hanya melalui tulisan atau obrolan pendek.

Anda mungkin tidak tahu bahwa hingga hari ini saya masih sering menangis, masih sering merasa bersedih, marah atau mengurung diri sendiri karena merasa begitu kosong. Apakah sekarang saya masih pantas disebut sebagai orang yang kuat?

Dalam hal ini, saya mendefinisikan orang yang kuat sebagai orang yang memahami dirinya, emosi-emosi di dalam dirinya, menerima, berdamai dan mencintai dirinya apa adanya. Tidak ada orang yang benar-benar kuat, yang ada adalah mereka yang memfokuskan dirinya pada kelebihannya dan menerima apa yang menjadi kekurangannya.

Lalu apa hubungannya dengan terapi menangis?

Menangis adalah sebuah proses dimana kita sedang bersentuhan dengan emosi yang ada di dalam diri kita. Melalui proses itu kita dapat memahami situasi yang terjadi. Seringkali kita menahan emosi-emosi tersebut sehingga memunculkan kegelisahan yang dalam. Menangis ibaratnya meng-unlock emosi-emosi tersebut.

Namun bukan berarti anda akan terus menangis terus menerus, berkali-kali dalam sehari dan terus terjadi setiap hari. Salah satu indicator bahwa terapi menangis berjalan dengan baik adalah ketika anda merasa lebih baik setelah menangis.

Berdasarkan sebuah penelitian, terapi menangis dapat memberi pengaruh healing dan mengurangi rasa sakit. Perempuan menangis paling tidak 47 kali dalam setahun, sedangkan laki-laki hanya sekitar 7 kali dalam setahun.

Menangis, sebagaimana tertawa,stress dan marah adalah bentuk ekspresi emosi yang memiliki tujuan praktis dan memberi banyak keuntungan bagi manusia untuk bertahan hidup. Misalnya, stress membuat tubuh kita bersiaga terhadap bahaya-bahaya tertentu, dan membantu kita untuk menghindari bahaya-bahaya tersebut tanpa perlu berfikir.

Menangis dapat membantu anda merasa lebih baik dan mengurangi stress, juga dapat membuat tubuh anda tetap sehat. Kebanyakan orang merasa lega setelah menangis. Hal ini menunjukan bahwa ada peningkatan yang signifikan dalam angka, tipe dan jumlah hormone yang dilepaskan tubuh kita dibanding sebelum menangis. Dalam sebuah penelitian juga disebutkan bahwa menangis memiliki efek yang besar dan penting dalam proses healing, dan hal itu meningkatkan mood sekitar 88.8% bagi setiap orang yang sudah menangis.

Air mata yang keluar pada saat kita menangis pada saat emosional ternyata berbeda dengan air mata biasa. Keduanya berasal dari glandula air mata yang sama yang memproduksi cairan yang dapat melindungi lapisan bola mata untuk membuat nya bebas iritasi, juga membantu melepaskan cairan ekstra ketika mata teriritasi. Namun air mata yang keluar pada saat emosional ternyata memiliki kandungan air mata yang berbeda yang dapat mengembalikan keseimbangan tubuh setelah peristiwa yang penuh stress.

William Frey, seorang professor dari universitas Minnesota menyatakan bahwa ternyata kandungan kimia yang terbentuk pada saat stress dan emosional dapat dilepaskan melalui air mata pada saat menangis. Teori lain menyebutkan bahwa air mata diasosiasikan dengan emosi yang mengandung level tinggi protein, potassium, zat besi dan hormone, termasuk prolactin. Masih menurut Frey, stress dapat meningkatkan resiko penyakit jantung dan kerusakan pada bagian-bagian otak, kemampuan manusia untuk menangis menjadi bagian dari proses yang penting untuk keseimbangan dan bertahan hidup.

Dr. Paul Hannig adalah seorang terapis yang melakukan terapi menangis pada kliennya. Dalam hal ini Dr. Hannig memilih menyebutnya sebagai Deep feeling Therapy. Sama seperti terapi yang dilakukan pada pada proses konseling dan healing paska aborsi, sebelum memulai terapi ini ada beberapa hal yang harus diketahui untuk memastikan bahwa terapi ini akan berjalan dengan baik. Setiap gangguan emosional memiliki akar. Namun mekanisme pertahanan diri seseorang yang terlalu kuat seringkali menyangkal hal ini. Kebanyakan dari kita menyangkal bahwa kita memiliki masalah dan cenderung merasa yakin akan berhasil melaluinya. Mungkin hal ini akan berhasil dalam jangka waktu yang pendek, namun tidak untuk jangka waktu yang panjang.

Ada banyak terapi yang bias dilakukan dalam proses healing, bias dengan terapi menulis, tertawa, menari, menangis, dan lain sebagainya. Pada dasarnya apapun bias menjadi sebuah terapi. Melalui terapi ini sebenarnya yang kita lakukan adalah mentransfer energy negative melalui media-media tertentu.

Nah, jika saya melakukan terapi menulis untuk melepaskan energy negative tersebut, mungkin anda dan yang lainnya akan memilih terapi lain yang lebih cocok untuk anda. Salah satunya adalah terapi menangis. Kuncinya, jangan melawan emosi dan perasaan anda. Biarkan emosi tersebut mengalir. Semakin anda melawan dan menolaknya maka semakin lama emosi tersebut berkutat dan mengganggu diri anda.

Jika anda akan melakukan terapi menangis, pastikan anda ditemani oleh seseorang yang paham situasinya. Seseorang yang tidak akan menahan anda untuk menangis. Seorang terapis yang baik memiliki kemampuan terapi bicara yang juga dilakukan bersamaan dengan terapi menangis. Ia akan mampu menggali emosi-emosi anda agar emosi terpendam anda keluar melalui tangisan.

Tertarik dengan terapi menangis? Hubungi konselor samsara.

Read More..

Landasan Prinsip Aborsi

Oleh : Soe Tjen Marching

Di Indonesia, aborsi adalah perbuatan kriminal dan perempuan-perempuan yang ketahuan telah melakukannya diganjar hukuman yang keras. Orang-orang yang anti-aborsi biasanya berpegang pada prinsip pro-kehidupan (pro-life), sebab aborsi masih dianggap sebagai pembunuhan, perbuatan yang keji dan pantas dihukum. Sebaliknya, para pendukung aborsi dinamakan pro-pilihan (pro-choice), dengan alasan mereka tidak mengindahkan kehidupan embrio dalam kandungan sang ibu. Oleh karena kepercayaan ini telah ditanamkan pada masyarakat, banyak perempuan yang melakukan aborsi merasa bersalah seumur hidup karena cap “pembunuh” tertanam dalam diri mereka. Namun jika aborsi dianggap tindakan kriminal, bukankah dalang suatu perbuatan kriminal seharusnya mendapat ganjaran lebih berat daripada pelaku tindakan kriminal itu sendiri?

Seharusnya hukum dibuat untuk keadilan dan bukannya untuk memberi kesempatan kepada pihak tertentu leluasa berbuat semena-mena. Tetapi, hukum di Indonesia sering memberi angin kepada dalang: para lelaki yang menghamili perempuan dan kabur begitu saja. Lalu, pilihan apakah yang tersedia bagi kebanyakan perempuan yang kehamilannya tidak diinginkan?

Pilihan pertama adalah membesarkan si bayi dengan menanggung semua biaya dan nista bagi diri sendiri dan anaknya, dan bahkan bagi keluarga si perempuan. Pilihan kedua, melenyapkan diam-diam dan mencoba mengubur semua rahasianya. Kedua pilihan ini bak memakan buah simalakama. Di beberapa negara yang telah melegalkan aborsi, seperti di Belanda, Kanada, dan Selandia Baru, pilihan yang tersedia bagi perempuan jauh lebih layak. Selain tersedianya klinik aborsi di mana-mana, jika perempuan hamil diluar nikah dan ayah sang janin tidak menghendaki bayi tersebut, biasanya tersedia tiga alternative: menggugurkan kandungan, menjadi single mother (orang tua tunggal) atau pengaturan adopsi untuk si bayi tersebut.

Sebagai orang tua tunggal, dia beserta bayinya akan mendapatkan dukungan materiil, seperti tunjangan makanan, kesehatan, biaya hidup bahkan sekolah bagi anak dari pemerintah. Di Indonesia, jangankan mengharap tunjangan, perlakuan manusiawi pun terkadang sulit didapat bagi perempuan bernasib seperti ini.

Memang pelarangan aborsi dapat dilihat sebagai perlindungan kepada janin, kepada bayi yang belum dilahirkan. Namun, bila hukum itu untuk melindungi seluruh rakyat, bukankah hukum seputar aborsi di Indonesia sering tidak mengindahkan hak wanita, dan juga anak yang dilahirkan secara ilegal? Jangankan mengharap tunjangan, hidup yang normal pun akan sulit bagi sang ibu dan anak “haram”.

Dalam hal ini, bisakah penentang aborsi di Indonesia disebut pro-life bila beberapa penentang aborsi tidak memanusiakan si perempuan ataupun anak yang lahir dari aborsi?

Dengan kata lain, mereka menyatakan diri pro-life dengan melindungi hak hidup fetus yang belum berbentuk manusia, tetapi mereka tidak begitu mengindahkan hak hidup sang perempuan ataupun anak yang lahir, yang nyata-nyata telah menjadi manusia seutuhnya dalam lingkungan mereka.

* *

Bermacam pandangan dalam masyarakat dan agama di dunia juga dapat mempertanyakan pendapat bahwa aborsi selalu identik dengan pembunuhan. Gereja Katolik sendiri telah mengalami banyak perubahan dalam pandangan mereka tentang aborsi.

St Augustine (354-430 AD) yang terkenal dengan larangan-larangannya akan kenikmatan seks, menyatakan aborsi dini tidak merupakan pembunuhan. Menurut St Augustine, bila tubuh belum terbentuk, nyawa di dalamnya tidaklah lebih dari nyawa hewan. Konstitusi Apostolik mengamini pendapat St Augustine dengan menyetujui fetus yang berbentuk manusia saja yang mempunyai nyawa manusia.

Namun, dua buku karya John Riddle - Eve’s Herbs: A History of Contraception and Abortion in the West (Harvard University Press, 1997) dan Contraception and Abortion from the Ancient World to the Renaissance (Harvard University Press, 1992) - memaparkan bahwa dari abad kelima sampai abad ke-17 banyak sekali perempuan melakukan praktik aborsi dini dengan berbagai ramuan.

Pada abad itu juga, menurut Riddle, belum ada larangan yang jelas dan konsisten dari Gereja mengenai praktik-praktik seperti ini. Pada abad ke-17, praktik “pengembali menstruasi” semakin berkurang dan pada abad ke-19 Paus Pius IX memproklamirkan hal ini merupakan pembunuhan dan dosa besar, apa pun alasan pengembalian menstruasi tersebut. Bahkan, pemakaian kontrasepsi pun akhirnya dilarang dan dianggap sebagai pembunuhan janin yang akan terbentuk.

Senada dengan buku di atas adalah sekelumit artikel oleh Emily O’Reilly berjudul Early Church Permitted Abortion in Some Cases. Artikel pendek ini menceritakan banyaknya perubahan kebijaksanaan dalam Gereja Katolik mengenai aborsi. Memang, mayoritas Gereja Katolik masih menganggap aborsi sebagai dosa besar. Namun, beberapa Gereja Katolik telah menyetujui aborsi, baik secara diam-diam maupun terbuka. Gereja Katolik yang menyetujui aborsi dengan terbuka adalah FutureChurch di Cleveland Ohio, berdiri pada tahun 1990 (www.futurechurch.org).

Beberapa insan Katolik yang mencoba menghentikan penghujatan terhadap aborsi bergabung dalam Catholic for Free Choice (CFC). Salah satu pengurus CFC adalah Rosemary Ruether, profesor teologi di Garrett-Evangelical Theological Seminary di Illinois. Berbasis di Washington DC, CFC turut menandatangani pernyataan yang dipublikasikan di New York Times pada 7 Oktober 1984. Dalam pernyataan ini disebutkan, tradisi Gereja Katolik mempunyai lebih dari satu pandangan mengenai aborsi sehingga pelaku aborsi tidak seharusnya dijuluki sebagai orang berdosa. Informasi lebih lanjut mengenai CFC dapat dilihat di website mereka: http://www.cath4choice.org/lowbandwidth/indexyouth.htm.

Gereja Katolik lain yang tidak melontarkan hujatan akan aborsi adalah Gereja Katolik Bebas. Kebetulan sekali, saya kenal baik dengan salah satu pastor Gereja ini yang namanya tidak asing lagi sebagai ahli penerjemah buku sastra Indonesia ke dalam bahasa Inggris, Harry Aveling. Dalam korespondensi kami, Harry Aveling menyatakan bahwa Gereja Katolik bebas tidak memberi pandangan tertentu mengenai aborsi karena bagi mereka aborsi adalah masalah pribadi.

Di dalam Islam, terdapat pula beragam pandangan. Pandangan pertama dan yang paling populer di Indonesia adalah pelarangan pengguguran kandungan dalam umur berapa pun. Beberapa aliran di Indonesia bahkan mengharamkan pemakaian alat kontrasepsi. Namun, Avicenna atau Ibn Sina yang hidup pada zaman keemasan Islam (980-1037 M), memperkenalkan kontrasepsi pada dunia Barat yang saat itu masih dalam Abad Kegelapan. Dengan keahliannya pada dunia sains, Ibn Sina mampu menemukan sekitar 20 cara untuk mengontrol kelahiran.

Sebuah aliran Islam menyetujui aborsi sebelum umur 40 hari. Muhammad Ibn Abi Said, misalnya, memperbolehkan pengguguran kandungan sebelum umur 80 hari. Bahkan sebuah aliran lainnya menyatakan pengguguran kandungan sebelum 120 hari tidak merupakan pembunuhan.

Sains dan praktik kedokteran pun mempunyai pandangan berbeda-beda. Walaupun beberapa dokter dengan tegas menyatakan peniadaan janin adalah pembunuhan, beberapa dokter lain berpendapat embrio yang berumur kurang dari tiga bulan tidak lebih keprimitifannya dari seekor katak ataupun ikan.

Oleh karena itulah, hak hidup si janin masih tergantung pada badan yang mengandungnya, yaitu sang ibu. Dalam pandangan ini, para pembela aborsi pun dapat disebut pro-life karena hak untuk aborsi adalah hak yang membela kehidupan perempuan.

Lalu, manakah pendapat di atas yang salah atau yang benar? Mungkin, semua pendapat di atas tidak ada yang salah atau tidak ada yang benar. Bukankah kita adalah masyarakat pluralis yang terdiri dari bermacam kepercayaan dan agama?

Mungkin kita seharusnya lebih terbuka terhadap berbagai macam pandangan. Bila kita menghargai bermacam pandangan, bukankah perempuan juga seharusnya diberi hak untuk memilih? Hak untuk melaksanakan atau tidak pengguguran kandungannya? Dan hak untuk mendapat hidup layak, apa pun pilihan sang perempuan?

Memang, ada kekhawatiran bahwa pelegalan aborsi akan menyulut “pembunuhan” lainnya (bila aborsi masih bisa disebut “pembunuhan”). Akan tetapi, di beberapa negara yang melegalkan aborsi, tidak ada bukti bahwa aborsi dapat menyulut naluri pelaku aborsi menjadi “pembunuh”. Sungguh, kita harus jujur mengakui saat ini di Indonesia terdapat lebih banyak kasus pembunuhan massal daripada di beberapa negara lain yang melegalkan aborsi.

(Beberapa bagian dari artikel ini telah dimuat di Kompas, 7 Juli 2003 & 8 September 2003).
Read More..

Aborsi : Moral dan Agama, Efektifkah ?

Oleh : Inna Hudaya

Aborsi kembali menjadi perbincangan yang hangat ketika kasus dr. Ownie terkuak ke permukaan. Sedemikian hebohnya hingga masyarakat hanya melihat permasalahan aborsi sebatas masalah moral dan kriminal. Pada tahun 2000 diperkirakan terjadi 2 juta kasus aborsi di Indonesia. Berdasarkan laporan WHO tahun 2006 angka ini meningkat menjadi 2.3 juta kasus pertahun. Berdasarkan angka ini diasumsikan terjadi 6.301 kasus setiap hari atau 4 kejadian setiap detiknya. Fakta yang mengejutkan bahwa 70% dari pelaku aborsi tersebut adalah ibu rumah tangga. Penelitian Yayasan Kesehatan Perempuan pada tahun 2003 menyebutkan 87% yang melakukan aborsi adalah istri dan ibu, hanya 12% oleh remaja putri .Hasil riset ini jauh berbeda dengan anggapan bahwa aborsi identik dengan seks bebas yang mengakibatkan Kehamilan Tidak Diinginkan (KTD). Apakah benar demikian? Riset-riset tersebut merupakan riset klinis, dalam artian data tersebut didapatkan dari rumah sakit, klinik atau puskesmas. Itu sebabnya hasil riset menunjukkan bahwa mayoritas pelaku aborsi adalah ibu rumah tangga. Riset tersebut tidak menjangkau aborsi ilegal yang banyak dilakukan oleh perempuan pra-nikah.

Menurut Alan Guttmacher Institute pada 2003, di Eropa di mana aborsi legal justru angka aborsi rendah. Namun di negara-negara berkembang seperti Indonesia di mana aborsi ilegal, angka aborsi justru tinggi. Rendahnya angka aborsi di Eropa karena adanya kesadaran masyarakat akan pendidikan seks dan angka pemakaian kontrasepsi yang tinggi. Pelegalan aborsi kemudian hanya mengurangi resiko terjadinya aborsi tidak aman. Selain itu budaya di Eropa memberikan ruang bagi seorang perempuan untuk menjadi “Single Mother”. Hal ini berbeda dengan Indonesia di mana pendidikan seks masih di anggap tabu dan kesadaran pemakaian kontrasepsi yang rendah. Kedua faktor inilah yang kemudian memicu terjadinya Kehamilan Tidak Diinginkan (KTD). Permasalahan aborsi menjadi sangat komplek di Indonesia, pendidikan seks dan pemakaian kontrasepsi masih mengundang banyak perdebatan. Pendidikan seks dan kampanye pemakaian kondom dianggap sebagai pelegalan seks. Remaja diberi pendidikan moral tanpa diberi pemahaman yang benar akan tubuh mereka, tanpa dibekali mentalitas memperjuangkan hak-hak mereka.

Ketika sebuah isu tidak dibicarakan, ketika kebanyakan orang tutup mulut atau tidak mau mendengar, bukan berarti isu tersebut tidak penting. Kenyataannya, ketika sesuatu dianggap tabu untuk dibicarakan justru hal tersebut menjadi sebuah permasalahan besar. Tidak adanya ruang untuk membicarakan seks yang dianggap tabu justru menjadi penyebab kenapa angka aborsi semakin meningkat setiap tahunnya. Masyarakat tidak mendapatkan akses informasi mengenai seksualitas dan kesehatan reproduksi yang seharusnya menjadi hak mereka. Informasi menjadi kebutuhan dasar setiap orang, hak untuk mendapatkan informasi yang benar merupakan hal yang penting, tidak adanya ruang publik untuk membicarakan hal ini secara terbuka menyebabkan banyak orang akhirnya mendapatkan informasi yang salah. Hal ini pula yang menyebabkan banyak perempuan pada akhirnya melakukan aborsi tidak aman yang beresiko terhadap kesehatan fisik dan mental. Salah satu yang menjadi dorongan para perempuan untuk melakukan aborsi adalah karena budaya kita tidak memberi ruang kepada perempuan untuk menjadi single mother. Stigma yang kuat dari masyarakat dan keluarga masih menjadi momok yang menakutkan bagi para perempuan yang ingin mempertahankan janinnya. Hukum juga tidak berpihak pada calon anak yang masih dalam kandungan. Perempuan sebagai pelaku aborsi masih tersubordinasi dalam hukum Indonesia. Pemerintah sangatlah tidak bijak menyikapi permasalahan ini, tidak ada perlindungan bagi perempuan yang terpaksa melakukan aborsi di bawah tekanan keluarga atau pasangan. Akses informasi akan kesehatan reproduksi dan jaminan pelayanan kesehatan yang aman bagi perempuan juga tidak dapat dijangkau oleh semua kalangan.

Perempuan selalu menjadi korban, tersubordinasi dalam hukum, budaya bahkan dalam hak-hak reproduksinya sendiri. Rahim, dimana janin tumbuh berada di bawah kendali perempuan sebagai pemilik alat reproduksi. Itu sebabnya aborsi selalu di kaitkan sebagai masalah perempuan, kesalahan perempuan. Lelaki seakan menjadi bagian yang terpisahkan dalam permasalahan ini. Kehamilan Tidak Diinginkan (KTD) terjadi karena adanya hubungan seksual antara lelaki dan perempuan. Dalam hal ini lelaki turut berperan serta mengakibatkan terjadinya KTD yang berbuntut pada aborsi. Lelaki dan perempuan memiliki peran dan tanggung jawab yang sama dalam hal aborsi.

Sudah saatnya pemerintah melakukan perubahan melalui UU kesehatan mengenai aborsi. Pengakuan bangsa sebagai negara yang memegang adat dan budaya timur, dengan moral yang dijunjung tinggi, ternyata tak dapat menyelesaikan permasalahan aborsi. Moral dan agama tak dapat berjalan sendiri. Usaha mengurangi angka aborsi dengan mendengung-dengungkan moral tanpa bekal pengetahuan dan mentalitas sama saja mengajarkan remaja kita untuk bersikap hipokrit dan menyangkal hasrat seksual yang ada dalam diri setiap orang.
Read More..

How to Get Response from Us

Beberapa hari terakhir ini kami menerima pertanyaan mengenai kehamilan dan aborsi. kami sarankan agar anda mengirimkan email langsung ke alamat email yang telah kami sediakan. kami tidak merespon pertanyaan anda jika anda tidak memberikan alamat email atau kontak anda. kami menghargai privasi anda sehingga tidak mungkin bagi kami menjawab pertanyaan anda melalui public board.
Terimakasih.
Read More..
Image Hosted by ImageShack.us    Image Hosted by ImageShack.us    Image Hosted by ImageShack.us    Image Hosted by ImageShack.us
 
# Contact info submission url: abortus.blogspot.com site_owner: Inna Hudaya city: Bantul state: Yogyakarta country: Indonesia display_email: de.ijhem@gmail.com site_name: Samsara site_description: Understanding abortion in the frame of sexuality, health, gender. society and culture